ABSTRAK Ponorogo dikenal sebagai “ Bumi Reog ” dengan kesenian reognya; namun juga termasyhur dengan gelaran Grebeg Suro setiap tanggal 1 suro (Muharram) yang meliputi Kirab Pusaka, Festival Reog Nasional, larung risalah doa dan acara-acara lainnya. Sebagai kawasan lama, Ponorogo tentu saja memiliki kearifan lokal ( local genius ) tersendiri yang berakar dalam nilai-nilai keagamaan dan seni Reog. Penelitian ini ingin memfokuskan dan melihat Grebeg Suro di Ponorogo dari segi sejarah, pelaksanan, dan nilai-nilai yang terkandung dalam pelaksanaannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosesi Grebeg Suro Ponorogo mengandung nilai-nilai simbolik religius dan budaya. Nilai-nilai religius berupa ungkapan rasa syukur dengan melakukan tirakatan (banyak berdzikir dan beramal soleh) dan kenduri (selamatan berbagi rezeki), serta menjalin silaturahmi antarwarga. Selain nuansa religi, nuansa budaya juga mewarnai pembukaan Grebeg, yaitu dengan diadakannya Tari Reog massal yang diad...
1. TAHAPAN PERKEMBANGAN MENURUT ERIKSON a. Masa bayi: Rasa percaya vs Rasa tidak percaya Dalam tahap ini, bayi berusaha keras untuk mendapatkan pengasuhan dan kehangatan, jika ibu berhasil memenuhi kebutuhan anaknya, sang anak akan mengembangkan kemampuan untuk dapat mempercayai dan mengembangkan asa (hope).namun jika orang tua menolak dan memuaskan. kebutuhan mereka dengan cara yang tidak konsisten, yang muncul adalah ketidakpercayaan dasar. b. Kanak-kanak: Otonomi Versus Rasa Malu Dalam tahap ini anak dengan cepat belajar banyak keterampilan. Mereka belajar berjalan, memenjat, menarik, mendorong dan bicara. Tahap ini muncul sejak akhir tahun pertama dalam hidup manusia. Anak sekarang bisa memutuskan “dari dirinya” untuk memutuskan sesuatu atau tidak. c. Usia Prasekolah: Inisiatif versus Rasa Bersalah Tahap ini muncul sekitar tahun keempat samp...
Komentar
Posting Komentar